Sampahmu
Sampah adalah masalah terbesar di planet ini. Jika kamu masih buang sampah sembarangan, maka kamu tidak lebih dari sekadar sampah. Ayo #AmbilSampahmu!
Ambil Sampahmu

Jika Terlewat, Tanahmu Bisa Sekarat

Posted On Thursday, October 11, 2018

Salah satu TPA di Banyumas terpaksa ditutup.

Beberapa waktu lalu, tepatnya di bulan Mei 2018, beberapa portal berita menerbitkan ulasan tentang kondisi sampah di Banyumas. Saking parahnya, beberapa site pembuangan sampah terpaksa ditutup sementara karena sampah di sana membludak tanpa penanganan. Kondisi ini makin diperparah dengan kebiasaan masyarakatnya yang memang masih sering membuang sampah sembarangan. Adanya pemilahan bak sampah untuk jenis kering dan basah pun belum maksimal digunakan oleh masyarakat.

Salah satunya adalah berita yang dituliskan oleh National Geographic. Dipaparkan bahwa metode pembuangan sampah di Banyumas masih menggunakan open dumping. Jadi sampah yang disetorkan ke TPA hanya dilemparkan atau dituangkan begitu saja dari bak sampah yang diangkut truk-truk dari semua penjuru daerah. Tidak ada pengolahan lebih lanjut yang dilakukan. 

Memang beberapa pengepul terlihat memilah sampah plastik untuk didaur ulang namun itu hanya sebagian kecil. Mayoritas sampah hanya tergeletak dan membusuk selama berhari-hari. 

Dilansir dari National Geographic, tim riset di Banyumas yang terdiri dari perwakilan kampus Universitas Soedirman dan juga anggota pemkab setempat telah meneliti TPA Tipar Kidul, Ajibarang, yang menjadi tempat pembuangan sampah dari sejumlah kecamatan di Banyumas barat. TPA tersebut memiliki daya tampung 500.000 m3 dengan luas 1,8 hektare. Namun angka tersebut pun masih tidak cukup untuk menampung sampah-sampah yang dibawa ke TPA.

Dampak buruk yang telah dirasakan oleh warga adalah mengeruhnya air di saluran irigasi sawah. Hal ini menyebabkan air di aliran sawah tersebut terkontaminasi dan kotor. Petani pun sering mengeluh gagal panen karena air sawah mereka tercemar.

TPA Kaliori. Salah satu TPA di Banyumas yang sampahnya membludak.

Selaras dengan yang dikeluhkan petani, warga sekitar TPA pun mengeluhkan kondisi udara yang ada di daerah mereka. Kondisi udara yang kotor dan kaya akan polutan kadang membuat mereka susah bernafas lega. Udara yang berbau membuat mereka susah tidur dan mengalami gejala pusing berkala.  Jika tidak segera ditangani, masalah sampah di Banyumas tentu bisa berdampak lebih besar daripada sekadar pencemaran air sawah dan udara.

Gagal panen karena air sawah yang kotor akan membuat masyarakat petani di Banyumas kesulitan menjual hasil tanam mereka. Pun lebih jauh, dampak sampah akan merugikan sisi finansial daerah karena tidak mampu swadaya bahan pokok sendiri dan harus membeli dari kota atau kabupaten lain. 

Adanya kasus-kasus darurat sampah di banyak kota di Indonesia seharusnya memicu kita untuk lebih giat mengampanyekan budaya #AmbilSampahmu. Tidak sulit untuk menjaga kebersihan. Kuncinya adalah sadar dengan sampah sendiri. Baru mengingatkan dan mengajak orang lain. Jika dapat dimulai dengan segera, maka bukan tidak mungkin kalau Indonesia kembali menjadi negara hijau yang adidaya.

Ayo, #AmbilSampahmu!
Powered by Blogger.
/

Temukan Kami

92254, Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan
+62 813 82497485
Senin-Sabtu (9am - 5pm)

Contact Form

Names

Email

Message

© Sampahmu. All Rights Reserved