Sampahmu
Sampah adalah masalah terbesar di planet ini. Jika kamu masih buang sampah sembarangan, maka kamu tidak lebih dari sekadar sampah. Ayo #AmbilSampahmu!
Ambil Sampahmu

Membumikan #NoStrawMovement

Posted On Monday, November 19, 2018

Sampah sedotan plastik menjadi masalah besar di perairan.

#NoStrawMovement atau Gerakan Tanpa Sedotan merupakan kampanye yang sedang digalakkan oleh beberapa food and beverages merchant yang ada di dunia. Beberapa franchise yang juga menjamur di Indonesia mulai mengikuti gerakan ini sejak awal tahun 2018. Meskipun begitu, efektivitas gerakan untuk menyelamatkan lingkungan mulai terlihat sejak pertengahan tahun. KFC, McD, dan Starbucks adalah beberapa franchise yang telah melaksanakan kampanye gerakan ini.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan di Indonesia, sampah sedotan plastik sudah berada pada titik berbahaya sejak lima tahun terakhir. Banyak biota laut akhirnya terkena imbasnya. Bukan hanya komponen abiotiknya yang terkena dampak dari maraknya pembuangan sampah sedotan plastik di perairan, melainkan juga komponen biotik seperti ikan, kura-kura, penyu, dan ubur-ubur. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin sepuluh tahun ke depan kita akan menemukan sedotan plastik di setiap ikan tangkapan yang merupakan hasil laut.

Dilansir dari kicauan Menteri Kelautan yaitu Ibu Susi Pudjiastuti, menteri yang sudah terkenal dengan prestasinya tersebut membagikan video tentang proses mengeluarkan sampah sedotan plastik yang ada di dalam tubuh seekor penyu. Penyu tersebut terlihat kesakitan karena tekstur dan struktur sedotan plastik yang lancip menancap di bagian dalam tubuhnya.

Cuitan Ibu Susi Pudjiastuti yang membagikan video penyu kesakitan karena sedotan plastik.

Selama ini sedotan plastik sering diremehkan dalam hal pemilahan dan pembuangan sampah karena ukurannya yang kecil. Orang cenderung acuh tak acuh karena merasa bahwa satu sedotan saja tidak akan mengacaukan stabilitas pengolahan sampah di dunia. Tapi saat hal tersebut dilakukan berkali-kali, satu demi satu sedotan plastik akan berkumpul menjadi sampah yang menggunung dan bahkan mengapung di lautan. 

Sedotan plastik juga sering tidak diikutkan dalam proses daur ulang karena ukurannya yang kecil. Ada dua alasan yang mendasarinya. Pertama, kebanyakan sedotan plastik susah didaur ulang karena bentuknya yang relatif kecil dan luas permukaannya yang kecil. Susah untuk dibentuk menjadi benda plastik lain. Banyak perusahaan pelaku daur ulang plastik yang mengaku tidak tahu akan didaur ulang menjadi apa sedotan-sedotan tersebut. Kedua, pelaku pemilahan sampah plastik cenderung melewatkan sedotan karena merasa sedotan tidak akan mengganggu ekosistem alam.

Padahal sampah sedotan plastik sama berbahayanya seperti sampah plastik ukuran besar. Apalagi dengan bentuknya yang runcing, sampah sedotan plastik dapat melukai hewan-hewan laut jika tertelan. Jika tak kunjung dikurangi, sampah sedotan plastik akan menjadi salah satu "pembunuh" ekosistem perairan baik itu sungai maupun laut.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengurangi limbah sedotan plastik adalah:

1. Jangan menggunakan sedotan plastik jika membeli minuman di toko maupun restoran. Tolak dengan halus apabila ditawari sedotan plastik oleh pelayan atau pegawainya karena hanya beberapa franchise yang baru menerapkan gerakan ini.

2. Belilah sedotan yang bisa dicuci dan dipakai kembali saat benar-benar membutuhkan alat untuk minum jika minuman tersebut bersuhu terlalu panas atau terlalu dingin. Sedotan tersebut harus kamu bawa ke mana-mana. Banyak beberapa toko online maupun offline yang sudah menjual sedotan dengan bahan logam, bambu, dan kaca. Sedotan jenis tersebut dapat dibersihkan atau dicuci dengan aliran air kran dan sedikit sabun usai digunakan. 

3. Gunakan pengganti sedotan berupa makanan berupa wafer atau astor yang dapat dimakan usai digunakan untuk meminum minuman. Makanan yang berbentuk tabung atau pipa dapat digunakan sebagai substitusi sedotan plastik dan juga mengenyangkan.

4. Minum langsung dari gelasnya. Jika minuman tidak membutuhkan sedotan, usahakan jangan meminta sedotan. Misalnya saja frappe dingin dari Starbucks. Kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan tumbler khusus dari Starbucks yang memang memiliki desain untuk diminum langsung tanpa menggunakan sedotan. Jika minumannya hangat, kamu bisa menyeruputnya dengan perlahan. Juga untuk minum minuman kaleng. Minuman kaleng seperti Cola sudah didesain sedemikian rupa sehingga dapat diseruput langsung dari tempatnya.

Sebagai tambahan, ada juga beberapa restoran yang menggunakan sedotan dari bahan kertas namun sepertinya belum ada di Indonesia. Sedotan dengan bahan ini mudah hancur setelah digunakan dan mudah terdegradasi dengan tanah karena bahannya memang dari kertas. Mungkin beberapa waktu lagi, sedotan dari bahan kertas ini akan diproduksi di Indonesia. Semoga saja.

#NoStrawMovement starts from now!

Ayo, ikut dalam #NoStrawMovement dan bantu lingkungan kita terbebas dari bahaya sampah plastik!

Dan jangan lupa untuk selalu #AmbilSampahmu untuk Indonesia yang lebih baik!






Sumber Gambar:
https://medium.com/@Weresquirrel/the-last-straw-starbucks-ignores-allergy-risks-in-straws-6d0c9f81cb77
https://sustainability.hkbu.edu.hk/index.php/NewsEvents/detail/nid/45.html
https://lessplastic.co.uk/3-reasons-plastic-straws-suck-3-ways-stop-sucking-plastic/
Powered by Blogger.
/

Temukan Kami

92254, Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan
+62 813 82497485
Senin-Sabtu (9am - 5pm)

Contact Form

Names

Email

Message

© Sampahmu. All Rights Reserved