Sampahmu
Sampah adalah masalah terbesar di planet ini. Jika kamu masih buang sampah sembarangan, maka kamu tidak lebih dari sekadar sampah. Ayo #AmbilSampahmu!
Ambil Sampahmu

Mengenal Zero Waste Lifestyle

Posted On Tuesday, December 11, 2018

Zero waste lifestyle starter pack.

Berbicara tentang Zero Waste Lifestyle, seorang blogger perempuan--Erin--membagikan kisahnya dalam mengikuti gaya hidup bebas sampah tersebut. Selama enam bulan, Erin mampu mengurangi sampah plastiknya menjadi hanya satu toples saja. Sampah yang dihasilkan Erin terdiri dari kertas tiket kendaraan umum, tiket menonton film, kantong teh, staples, bungkus obat, dan kemasan produk make up yang telah habis.

Dari pengalaman Erin, dapat kita lihat bahwa sebenarnya keinginan untuk "nyampah" memiliki efek craving-nya tersendiri. Sama seperti orang yang kecanduan cokelat. Dengan berniat untuk puasa "nyampah", ternyata Erin cukup sukses untuk melakukannya dalam jangka waktu enam bulan; padahal ini adalah durasi yang cukup lama bagi seseorang untuk menghasilkan berkantong-kantong sampah. Memang benar bahwa sesuatu yang awalnya dipaksakan akan menjadi kebiasaan. Erin kini menghasilkan hanya dua sampai tiga toples sampah setiap harinya. Luar biasa bukan?

Lima tahapan utama dalam Zero Waste Lifestyle.

Ada lima tahapan yang harus kamu lakukan saat berkomitmen untuk menjalani Zero Waste Lifestyle. Lima tahapan tersebut digambarkan sebagai piramida terbalik. Tahap paling atas adalah tahap yang paling berat untuk dilakukan namun berdampak paling besar pula pada niat diri dan lingkungan. Berikut penjelasannya:

1. REFUSE

Tahap pertama ini merupakan tahap yang harus dan wajib sekali untuk dilakukan. Saat belanja dan ditawari kresek, tolaklah dengan halus dan gunakan tote bag yang sudah kamu bawa sendiri. Saat membeli minuman di beverage stall, tidak usah menerima tawaran untuk sedotan atau gelas plastik. Bawalah tumbler sendiri dengan sedotan stainless. Tolaklah sebanyak mungkin orang yang menawari produk sekali pakai. Mungkin di awal seringkali susah karena kelupaan membawa barang substitusinya dan menggampangkan. Tapi lakukan lagi dan lagi agar terbiasa. Penjual tempat kamu berlangganan juga pasti lama-lama akan mengerti.

2. REDUCE

Kurangi konsumsi barang-barang yang dikemas dalam bungkus sekali pakai. Jika biasanya kamu menghabiskan setidaknya empat botol air mineral dalam sehari, maka gantilah botol tersebut dengan botol yang bisa dicuci. Isi ulanglah saat habis. Pengelola di beberapa instansi dan ruang publik sudah menyediakan air minum isi ulang yang bentuknya seperti kran air. Tahap ini juga mengharuskan kamu untuk tidak konsumtif dalam membeli sesuatu. Belilah secukupnya saja. Jangan asal gelap mata dan membeli barang yang tidak perlu.

3. REUSE

Biasanya ibu-ibu akan menyukai diskonan peralatan makan dan membuang barang lamanya. Jika bukan, maka barang lamanya akan ditumpuk begitu saja. Dengan berkomitmen untuk mengikuti Zero Waste Lifestyle, kamu harus mengurangi pembelian barang baru jika barang yang lama belum rusak. Seperti misalnya lampu tidur. Jika bosan dengan modelnya, kamu bisa memodifikasi lampu tersebut dengan aksesoris lucu agar terkesan seperti baru.

4. RECYCLE

Belilah produk yang ada logo recyleable-nya. Produk dengan logo tersebut dapat didaur ulang dengan baik dan menjadi produk yang baru. Misalnya saja plastik keras; gayung di kamar mandi. Jika gayung tersebut rusak, kamu dapat menjualnya pada tukang loak atau pabrik pengolah sampah plastik. Nantinya, gayung rusakmu akan dilebur dan dibentuk menjadi  produk berbahan plastik keras yang baru. Lumayan kan. Namun jika kreativitasmu berlebihan, kamu bisa mengolah sampah menjadi barang yang berguna seperti hasta karya. Misalnya saja bros dari cangkang kerang. Selain lucu, membuatnya bisa zero money loh.

5. ROT

Untuk sampah organik, rot adalah tahap yang harus dilakukan. Sampah organik yang cenderung lebih cepat membusuk dapat diolah menjadi pupuk kompos yang membantu kesuburan tanaman. Jika di rumah kamu ada lahan basah atau tanah, kamu bisa mengubur sampah organik sisa bahan makanan dapur agar menjadi pupuk. Lalu beberapa bulan kemudian, lahan tersebut siap ditanami dengan berbagai macam tanaman. 

Jadi Zero Waste Lifestyle sebenarnya sama seperti tiga tahap daur ulang yaitu reduce, reuse, dan recycle. Namun diperluas menjadi lima tahapan dengan tambahan refuse dan rot yang letaknya paling atas dan paling bawah. Dengan kata lain, kunci dari Zero Waste Lifestyle adalah sebisa mungkin tidak menggunakan barang-barang dengan hasil sampah terbesar yang dapat merugikan lingkungan. Menolak menggunakan barang-barang tersebut bukan berarti tidak menggunakan sama sekali ya. Kamu bisa menggantikannya dengan barang yang tidak sekali pakai. Misalnya mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless. Juga selalu membawa tote bag untuk berbelanja sehingga tidak perlu menerima kresek dari penjualnya.

Zero Waste Lifestyle ini juga merupakan alternatif yang bagus untuk membantu usaha atau proses diet maupun detoksifikasi makanan pada seseorang loh. Jika kamu sedang mengurangi makanan manis dari cemilan, tentu kamu tidak akan kesulitan dalam menahan efek craving. Selain berkomitmen untuk diet, kamu juga berkomitmen untuk meminimalisir sampah sehingga kamu tidak perlu repot-repot membeli cemilan ke toko lagi. Lemak berkurang, sampah menghilang!

Jadi, kapan nih kamu mau mencoba Zero Waste Lifestyle?





Sumber Gambar:
https://www.now-nowaste.com/blogs/tips/best-tips-to-start-a-zero-waste-lifestyle-in-hong-kong
https://theyulialogbook.wordpress.com/2016/01/08/my-zero-waste-lifestyle-planning-stages-2/
http://www.therogueginger.com/2014/12/my-first-six-months-living-zero-waste.html
https://barenecessities.in/blogs/news/zero-waste-lifestyle-work
http://blog.contentbeautywellbeing.com/zero-waste-lifestyle-reusable-products/
Powered by Blogger.
/

Temukan Kami

92254, Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan
+62 813 82497485
Senin-Sabtu (9am - 5pm)

Contact Form

Names

Email

Message

© Sampahmu. All Rights Reserved