Sampahmu
Sampah adalah masalah terbesar di planet ini. Jika kamu masih buang sampah sembarangan, maka kamu tidak lebih dari sekadar sampah. Ayo #AmbilSampahmu!
Ambil Sampahmu

Pentingnya Memilah dan Memilih Sampah

Posted On Tuesday, December 11, 2018

Di Indonesia biasanya terdapat dua jenis tempat sampah untuk sampah basah dan sampah kering.

Banyaknya kampanye untuk membuang sampah pada tempatnya kini mendunia. Hal ini juga didukung dengan adanya beberapa gerakan seperti #NoStrawMovement dan #ZeroWasteLifestyle. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang peduli terhadap lingkungan kini menjadi lebih banyak. Selain karena ada kesadaran diri sendiri akan keadaan lingkungannya yang semakin buruk, hal ini juga didukung dengan adanya media sosial yang membuat semua orang dapat saling bertukar informasi untuk menyelamatkan lingkungan.

Kampanye ini bertujuan untuk mengembalikan--atau setidaknya mengurangi--dampak dari sampah yang sudah menggunung di lautan maupun daratan. Banyak negara yang sudah memfasilitasi tempat sampah di ruang publik sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun tahukan kalian? Membuang sampah pada tempatnya saja tidaklah cukup.

Kenali jenis sampahmu.

Sampah terbagi menjadi beberapa jenis; sampah kering dan sampah basah. Dua jenis besar itu lantas dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis. Istilahnya diderivatifkan menjadi jenis sampah yang lebih rinci agar pengolahannya tepat guna. Beberapa jenis sampah yang sudah dibagi menjadi beberapa jenis secara terperinci adalah:

1. Sampah organik 

Sampah organik termasuk dalam jenis sampah basah. Kadang disebut juga sebagai sampah basah itu sendiri. Sampah organik dapat berupa kulit buah, batang sayur, daun, sisa daging, atau barang-barang yang merupakan limbah bahan makanan rumah tangga. Jenis sampah ini dapat dikompos karena mudah sekali membusuk.

2. Sampah plastik

Sampah plastik termasuk dalam jenis sampah kering. Sampah plastik sendiri digolongkan menjadi dua jenis; sampah plastik keras dan sampah plastik ringan. Sampah plastik keras misalnya saja botol air mineral, gayung, wadah makanan, dan selang. Sementara yang termasuk sampah plastik ringan adalah bungkus kemasan makanan dan kresek.

3. Sampah metal

Sampah metal juga termasuk dalam jenis sampah kering. Sampah metal biasanya dihasilkan oleh produk-produk yang menggunakan pengawet seperti daging kaleng, sardin, deli meat, buah kaleng, selai, dan mentega. Sampah jenis ini jika dibuang sembarangan dapat melukai orang karena sisinya yang tajam.

4. Sampah kaca

Sampah kaca yang merupakan jenis sampah kering biasanya terdapat pada bekas produk sirup, bir, dan kecap. Sampah jenis ini bisa didaurulang karena tidak mengandung terlalu banyak zat kimia; tidak seperti sampah plastik dan metal. Biasanya, jika diloakkan, sampah kaca tidak akan laku karena ikatan kristalnya susah dibentuk.

5. Sampah kertas

Sampah kertas adalah salah satu jenis sampah kering yang berpotensi paling besar untuk didaur ulang. Kertas dapat dijadikan menjadi bubur kertas dan diproduksi menjadi kertas yang baru lagi meskipun sebelumnya sudah ada tulisan atau nodanya. Sampah jenis ini mudah sekali untuk digunakan ulang.

6. Sampah berbahaya

Sampah berbahaya terdiri dari beberapa jenis bekas produk. Misalnya saja sampah baterai atau aki kering. Jika dibuang sembarangan, jenis sampah ini biasanya meledak atau terbakar sehingga harus dibedakan tempatnya dari sampah-sampah yang lain. Contoh lain dari sampah berbahaya adalah sampah bola lampu. 

Logo recycleable pada jenis-jenis kemasan produk.

Di Indonesia sendiri, fasilitas tempat sampah yang disediakan baru terdiri dari dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik alias sampah basah dan sampah kering. Sampah kering yang ternyata jenisnya bisa dibedakan lagi menjadi lima macam tidak dipisahkan tempatnya. Dari sana, seringkali ditemukan kasus-kasus TPU meledak karena adanya sampah baterai atau aki yang merupakan jenis sampah kering berbahaya. Salah satu kasus meledaknya TPU di Indonesia terjadi di tahun 2005 dan menyebabkan 150 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, meskipun sudah disediakan dua jenis--atau beberapa jenis tempat sampah di kota-kota besar--masyarakat sendiri masih kurang peduli terhadap pemilahan sampah. Ada kalanya mereka membuang sampah sisa buah dan sayur dengan plastik menjadi satu. Atau sampah popok bayi dengan sisa bahan masakan dapur. Jika sudah tercampur begitu, para pekerja yang mengolah dan membersihkan sampah hanya akan membakarnya saja. Padahal plastik dapat menimbulkan gas beracun saat dibakar dan bisa menyebabkan ISPA. Juga, plastik masih bisa didaur ulang menjadi barang yang baru.

Beberapa negara maju di benua Amerika, orang-orangnya sudah menerapkan metode pemilahan sampah ini dengan cukup baik. Sampah dipilah dan dipilih menjadi enam jenis besar. Semuanya dimanfaatkan dan diolah sesuai dengan kegunaannya masing-masing. Sampah-sampah yang organik akan langsung diproses menjadi kompos dan dijual dalam bentuk pupuk. Sementara sampah-sampah kering akan didaur ulang menjadi produk baru. 

Jadi, mari memulai memilah dan memilih sampah. Dimulai dari diri sendiri.

Ayo, #AmbilSampahmu!  





Sumber Gambar:
https://www.kompasiana.com/angelamodo/5a9770c1cbe523450c2381f2/pentingnya-memulai-kebiasaan-memilah-sampah-organik-dan-anorganik-di-indonesia
https://shaadiwish.com/blog/2018/10/30/10-ways-to-plan-and-host-a-eco-friendly-wedding/waste-bins/
http://ekaalfifahmi.blogspot.com/2012/08/waste-organic-and-inorganic.html
Powered by Blogger.
/

Temukan Kami

92254, Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan
+62 813 82497485
Senin-Sabtu (9am - 5pm)

Contact Form

Names

Email

Message

© Sampahmu. All Rights Reserved